Koleksi Album Hanin Dhiya
...

Full Album Hanin Dhiya - Cerita Hanin Dhiya
Lihat Album
Koleksi Foto Hanin Dhiya
Biografi Hanin Dhiya
Hanin Dhiya Citaningtyas (lahir di Bogor, 21 Februari 2001) adalah seorang penyanyi dan youtuber asal Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

Hanin adalah runner-up ajang pencarian bakat Rising Star Indonesia yang ditayangkan stasiun televisi RCTI tahun 2014. Ia juga dikenal sebagai youtuber yang mengunggah video cover di kanal YouTubenya. Ia merilis album debutnya, Cerita Hanin Dhiya pada tahun 2018 dan meraih penghargaan Multi Platinum Award dari ASIRI. Album keduanya, Jangan Sampai Pasrah dirilis pada tahun 2021. Ia telah dua kali dinominasikan Anugerah Musik Indonesia dan memenangkan 1 diantaranya. Hanin merupakan mahasiswi pendidikan Sastra Indonesia di Universitas Pakuan Bogor.

Putri dari pasangan Ian Yuliantara dan Cicih Sunarsih ini sangat tertarik dengan musik semenjak kecil. Ia pertama kali mempelajari keyboard secara otodidak saat kelas 5 SD dengan menonton tutorial di Youtube. Lalu, ia ditawari ayahnya untuk kursus piano saat kelas 1 SMP. Sebelum memulai karier di Rising Star Indonesia, Hanin sudah merilis album lagu daerah dan lagu anak-anak saat ia masih TK dan SD. Hanin juga banyak memenangkan kompetisi bernyanyi, salah satunya ketika ia untuk pertama kalinya tampil dalam Segmen Semprul Management di acara musik Inbox SCTV bulan Januari 2014. Saat itu, ia membawakan lagu dari Destiny's Child berjudul "Stand Up for Love".

Pada tahun 2014, Hanin mengikuti ajang ajang Rising Star Indonesia yang ditayangkan stasiun televisi RCTI. Pada babak live audition kedua, ia membawakan lagu dari Celine Dion dengan judul "I Surrender". Hasilnya, ia meraih 90% suara dan lolos ke babak duel. Penampilannya saat membawakan lagu Bintang Kehidupan yang dinyanyikan asli oleh Nike Ardila menarik perhatian masyarakat luas. Pada akhir kompetisi Rising Star Indonesia, ia berhasil terpilih menjadi Runner Up sekaligus membawa single pertamanya berjudul Yang Terbaik sekaligus menandatangani kontrak dengan Warner Music Indonesia. Single tersebut pertama kali dibawakan Hanin pada grand final Rising Star Indonesia.

Selepas Rising Star Indonesia, Hanin aktif mengcover lagu di kanal YouTubenya. Ia juga mengunggah video saat tampil bernnyanyi di berbagai acara. Tiga tahun pertama, penonton videonya hanya berjumlah ratusan, jumlah pelanggan kanal YouTubenya pun hanya seribuan. Hingga pada tahun 2015, ia membuat cover “Stand Up For Love” dari Destiny's Child dengan konsep yang lebih matang sehingga berhasil menjangkau penonton lebih luas. Pada 23 Oktober 2015, video covernya dengan menyanyikan lagu "Pupus" milik Dewa 19 ditonton lebih dari 1 juta penonton kala itu.

pada tahun 2016, Hanin mengeluarkan singel terbarunya yaitu "Bintang Kehidupan". Lagu tersebut merupakan lagu Nike Ardilla yang pernah dinyanyikan olehnya saat tampil di Rising Star Indonesia.

Pada tahun 2017, video cover Hanin kembali menjangkau jutaan pernonton. Kala itu ia menyanyikan lagu dari Armada berjudul "Asal Kau Bahagia". Ia mendapat sambutan hangat dari warganet serta Armada yang memuji teknik vokal dan aransemen lagunya. Tak lama dari itu, ia juga menyanyikan lagu "Akad" dari Payung Teduh dan berhasil mendapat puluhan juta penonton.[10] Video tersebut sempat memicu perdebatan dikarenakan pihak Payung Teduh sempat mempertanyakan penyanyi yang menyanyikan ulang lagunya tanpa izin. Namun, Hanin mengaku hubungannya dengan Payung Teduh baik-baik saja.[11]

Pertengahan tahun 2017, Hanin merilis singel "Asal Kau Bahagia" dan "Pupus". Lagu "Pupus" yang ia bawakan ulang berhasil memenangkan Anugerah Musik Indonesia 2018 untuk kategori Karya Produksi Aransemen Ulang Terbaik.

Pada 15 September 2017, Hanin merilis 2 singel secara bersamaan. Singel tersebut berjudul "Darling" dan "Kau Yang Sembunyi". Lirik lagu tersebut memiliki cerita yang berkesinambungan. Dua Video klip lagu tersebut yang dibintangi oleh Bastian Steel juga memiliki carita yang bersambung.[12]

Pada 30 Maret 2018, Hanin merilis album pertamanya yaitu "Cerita Hanin Dhiya". Judul ini sendiri dipilih karena menurut Hanin album ini merupakan wujud fisik dari perjalanan karirnya sejak ia kecil hingga kini. Album tersebut berisi semua singel yang telah ia rilis, dan beberapa lagu lain yang ia kerjakan dalam dua sampai tiga bulan.[13] Album tersebut berhasil meraih penghargaan Multi Platinum Award dari ASIRI.[14]

Pada 7 Desember 2018, ia meluncurkan singel berjudul “Suatu Saat Nanti” yang ditulis oleh Tito P. Soenardi. Berkat singel tersebut, ia berhasil dinominasikan sebagai Artis Solo Wanita Pop Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 2019.[15]

Awal tahun 2019, Hanin berduet dengan penyanyi asal Denmark, Christopher dengan merilis lagu "Hearbeat" yang sudah pernah dirilis oleh Christopher. Lagu tersebut diaransemen ulang dan memiliki lirik dengan dua bahasa.[16]

Pada tahun tersebut juga Hanin berduet dengan NIve, seorang penyanyi asal Korea Selatan. Mereka merilis singel berjudul "Where Is The Love" yang diproduseri oleh Hyuk Shin. Kolaborasi tersebut membuat Hanin mewakili Indonesia dalam ABU TV Song Festival 2019 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang.[17]

Pada awal tahun 2020, Hanin merilis singel "Biar Waktu Hapus Sedihku". Lagu tersebut ditulis oleh Julio Alfa yang merupakan seorang penggemarnya. Lagu ini sendiri berisi tentang kesedihan seseorang yang diacuhkan oleh kekasihnya hingga akhirnya dia pasrah dan membiarkan waktu akan hapus sedihnya.[18]

Hanin berkolaborasi bersama Aldi Maldini dengan merilis singel berjudul "Benar Cinta" pada Maret 2020. Lagu tersebut ditulis oleh Pika Iskandar dan bercerita mengenai seseorang yang tengah berusaha meyakinkan pasangannya mengenai keseriusannya. Menurut Hanin, ia sudah berniat untuk berduet dengan Aldy sejak lama. Namun, niatnya hanyalah untuk membuat cover lagu di YouTube, bukan untuk singel baru.[19]

Hanin memutuskan memakai hijab pada bulan Ramadhan tahun 2020.[20] Hanin juga terlibat dalam proyek musik religi pertamanya, berkolaborasi dengan grup musik Sabyan Gambus dengan singel "Fatimah Az Zahra".[21]

Pada Oktober 2020, Hanin berkolaborasi dengan penyanyi asal Amerika Serikat, Pink Sweat$ dalam lagu berjudul "17". Untuk memperluas pendengar Pink Sweat$ di Asia, tim A&R dari Warner Music Group Amerika Serikat menginisiasi proyek kolaborasi ini. Proses rekaman dilakukan secara jarak jauh, Mixing engineer yang mengerjakan proyek ini adalah Manny Marroquin yang telah memenangkan 8x Penghargaan Grammy.[22]

Pada 1 Maret 2021, Hanin merilis album keduanya berjudul "Jangan Sampai Pasrah". Album tersebut berisi 10 lagu yang dirilis melalui digital maupun fisik. Untuk versi fisik deluxe, terdapat tambahan lagu kolaborasi Hanin dengan Sabyan yang yaitu “Fatimah Az Zahra”. Selain itu, dalam album ini Hanin menambahkan dua lagu baru yang berjudul “Don’t Wait For Me” dan “Klandestin”. Dua lagu ini merupakan kerjasama Hanin dengan produser asal Swedia dalam penulisan.[23]
Sitemap